Waktu mengalir bagai
safir yang mencair,
Dalam keheningan biru
tak ada langit di atas
dan tak ada tanah di bawah,
cabang-cabang dan dedaunan
gemersik
apakah engkau berkata “
hanya ada aku disini.??
Nafas dan detuk jantungku
seperti kedalaman
yang seakan tak ada penghujungannya
seperti kesendirian yang sunyi dari sebuah sinar
matahari,
tapi aku yakin dan
percaya hanya aku … aku .. dan aku
yang bisa menjalani
legenda kehidupanku sendiri
hanya senyuman yang
bisa mewariskan kehangantan
warna senja menyapa
kalbu
(Irma Yunita , 10 Maret
2015 )

0 Response to "Sapaan Kalbu"
Posting Komentar