EDSAS STAIN Malikussaleh Tahun 2015

EDSAS STAIN Malikussaleh Tahun 2015

Suap Sana Suap Sini, Urusan Jadi Lancar



Oleh Muhammad Edu



Al-Fayyumi rahimahullah mengatakan bahwa risywah (suap/sogok) secara terminologis berarti pemberian yang diberikan seseorang kepada hakim atau selainnya untuk memenangkan perkaranya memenuhi apa yang ia inginkan. (Lihat Al-Misbah Al-Munir I/228). Kata suap-menyuap pada hari-hari ini ini begitu akrab di telinga dikarenakan seringnya media massa menukilnya, sampai-sampai kata suap-menyuap lebih sering digunakan melebihi makna yang sebenarnya, suap makna sebenarnya adalah memasukkan makanan dengan tangan ke dalam mulut (Kamus Besar bahasa Indonesia). Maka pada hari-hari ini, apabila seseorang mendengar kata suap, bukanlah yang tergambar di benaknya sesuatu yang terkait tangan, mulut dan makanan tapi yang langsung terbayang adalah korupsi, sidang dan KPK.
Kini sudah banyak terjadi penyelewangan baik  di pemerintahan, di sekolahan , di perguruan tinggi, di perusahan sudah tidak asing lagi berbicara tentang suap menyuap, itu sudah menjadi rahasia umum di kalangan masyarakat, misalnya ketika kita ingin membuat KTP di Kantor Capil, katanya bisa siap pada hari tersebut bagi yang  memberi buah tangan (uang)  tapi bila ada yang tidak membayar disuruh balik besok.  Apakah itu sebuah keadilan ? Apa hak mereka untuk meminta uang pada rakyat ? Apa mereka tidak digaji ?
Lain lagi halnya dengan wartawan, juga bisa terjadi suap menyuap, oknum ini ingin  menutup kasalahannya sehingga menyuap wartawan agar tidak mempublis kesalahan mereka. Itulah karakter bangsa saat ini dikala uang dihadapan semua jadi berubah .
Begitu juga jika ada yang ingin ikut test polisi, ada yang sudah susah payah ikut berbagai macam test, tinggal di ujungnya sudah tidak lewat dikarenakan tidak mau memberi uang, padahal seharusnya dia lewat tapi karena tidak menyuap tadi maka tidak akan diluluskan.
Dimana peran penegak hukum dikala ini terjadi terus berlanjut ? Apakah tidak ada yang bisa menegakkan masalah ini sehingga terus terjadi secara berskala ?
Beberapa penguasa di bumi ini, polisikah?  Presidenkah,? MPR kah ? Gubernur kah, Bupatikah ? Atau masyarakat biasa pun, sering memperlancar segala urusan dengan uang terlaknat itu.
Saran dari penulis bahwa setiap yang menjabat baik di kemerintahan maupun di organisasi harus adanya pembekalan ilmu yang lebih mendetail tentang agama atau ilmu tauhid lebih khususnya agar mereka merasa terawasi oleh sang ilahai setiap langkah/gerak-gerik atau apapun yang  dilakukan.

Muhammad. Kader HMI Komisariat Tarbiyah, Cabang Lhokseumawe dan Ketua Umum EDsSAS STAIN Malikussaleh Lhokseumawe
 

0 Response to "Suap Sana Suap Sini, Urusan Jadi Lancar"

Posting Komentar